Pengertian FTP Server

Pengertian FTP

FTP merupakan singkatan dari File Transfer Protocol. FTP terdiri dari sebuah client dan sebuah server yang merupakan aplikasi yang memberikan akses /pertukaran transfer data antara dua komputer ( client dan server ). Transfer yang file/ data ini dapat teradi antara komputer yang berbentuk mainframe dan sebuah komputer di jaringan lokal. Atau transfer data dapat terjadi dari komputer kita ke server FTP melalui internet. FTP merupakan aplikasi yang sangat berguna ( powerful) karena aplikasi ini menyediakan akses kepada pengunjung atau user untuk mengakses data yang tersimpan pada server tersebut, dan dapat diakses oleh sejumlah besar komputer secara bersamaan

Proses yang terjadi pada FTP

Secara garis besar, Proses transfer data atau file pada FTP memiliki dua alur.

Alur yang pertama adalah proses transfer data dari komputer local ( komputer kita ) ke komputer server (komputer remote) yang menyediakan akses ftp, Proses ini di kenal sebagai proses UPLOAD, sedangkan proses transfer data dari komputer server ( remote ke komputer local ( komputer kita ) dinamakan prosess DOWNLOAD.

Di bawah ini adalah alur nya :

Bentuk FTP

Bentuk dasar dari ftp adalah : ftp://host.domain

2 macam FTP berdasarkan hak akses nya :

1. FTP User

FTP user artinya ftp yang dapat di akses dan memiliki permisi hanya di batasi hanya untuk user tertentu. Karena ftp user disertakan suatu autentifikasi bila kita akan mengakses ke dalam nya.

Format dari FTP user adalah :

ftp://user@host.domain

2. FTP anonymous

FTP anonymous artinya, FTP yang disediakan secara anonymous/ tanpa nama, dengan kata lain FTP tersebut dapat di akses oleh siapapun dan biasanya tanpa password, ataupun bila di minta password,. Biasanya server meminta alamat email kita sebagai password nya untuk ferivikasi.

Contoh nya :

ftp://unila.ac.id

ftp://ftp5.freebsd.org

ftp://ftp.tucows.com

FTP Server

FTP Server adalah Komputer Server yang memberikan akses FTP ke Intranet ( local) maupun Internet ( global).

Macammacam software pembangun FTP server:


FTPd

pro-FTPd

Wu-FTPd

ftpX

Troll-FTPd

dll


FTP Client

FTP client adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan transfer file dalam lingkungan internet menggunakan standar dari FTP (File Transfer Protocol). Proses transfer file dalam lingkungan internet hampir sama seperti proses transfer dalam lingkungan DOS, hanya saja terdapat beberapa kelebihan.

FTP Client terdapat ( terinstall ) pada komputer kita, dan dapat melakukan process ftp ke Server yang memberikan akses FTP ( FTP-server).

Macammacam FTP Client :

FTP Client Under Windows:


Cute FTP .

WS_FTP

Get Right

Go!zilla

Coffe Cup

Kazza

dll.


FTP Client Under UNIX :


telnet

axyFTP

wget

caitoo

cftp

curl

downloader

moxftp

ncftp

dll


FTP Client Under DOS ( MS-DOS Prompt)

Perintahperintah Dasar FTP ( Basic FTP Commands)

Beberapa perintah ( command) yang sering dan sangat diperlukan oleh user dalam melakukan proses ftp adalah seperti di bawah ini :

  • open memulai ftp dan mengkoneksikan ftp ke server dari prompt ftp ( ftp&gt ;)
  • nlist, dir, ls daftar dari file – file yang ada di ftp server.
  • cd berpindah direktori secara hirarki pada direktori ftp-server.
  • pwd memberikan informasi kepada user/ client di direktori aktif mana dia berada pada ftp -server.
  • lls, lcd, lpwd perintah yang digunakan untuk memberikan informasi kepada kita di direktori aktif mana kita berada pada komputer lokal
  • get perintah ini digunakan untuk mengambil file (download ) dari ft-server ke komputer local.
  • put perintah ini digunakan jika kita ingin menaruh ( upload) data ke ftp-server, dari komputer kita ke komputer server.
  • mput/mget perintah ini mirip dengan get dan put tetapi dipakai bila kita ingin mengambil dan menaruh beberapa data secara langsung
  • prompt set prompt secara interaktif; “on” adalah bentuk prompt yang lebih aman, dalam mode ini setiap multiple perintah di verifikasi, “off” dalam mode ini setiap perintah seperti diragukan.
  • ascii/binary melakukan transfer data dalam bentuk format file ascii (text) atau secara binary ( terkompile dalam bahasa mesin)
  • quit mengakhiri dan memutuskan hubungan ftp dari komputer kita ke komputer server ( Connection Loss)

Cara Melakukan FTP :

  1. FTP melalui telnet :

Cara melalukan FTP melalui telnet tidak sulit, di bawah ini langkahlangkah melakukan ftp melalui telnet :

Ø telnet dahulu ke mesin unix

Ø ketikkan perintah ftp,

Ø masukkan nama user anonymous ( bila ingin akses anonymous ) dan nama user kita sendiri ( login ) bila ingin mengakses ftp user.

Ø Masukkan password.

Ø

Klik Start-> Run…à kemudian pada kolom tersebut isikan telnet host.domain.à klick OK

Setelah terkoneksi, kita dapat melakukan perintahperintah standar di prompt ftp kita.

Di bawah ini contoh melakukan ftp anonymous melalui telnet :

teenager riki (~): ftp ftp.unila.ac.id

Connected to chosen.unila.ac.id.

220 chosen Microsoft FTP Service (Version 4.0).

Name (ftp.unila.ac.id:riki): anonymous

331 Anonymous access allowed, send identity (e-mail name) as password.

Password:

230 Anonymous user logged in.

Remote system type is Windows_NT.

ftp> hash

Hash mark printing on (1024 bytes/hash mark).

ftp> bin

200 Type set to I.

ftp> dir

227 Entering Passive Mode (192,168,1,212,13,233).

125 Data connection already open; Transfer starting.

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 13:00 programming

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Aug 1 6:31 proxy_utility

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 11:43 scanner_utility

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 11:29 staroffice

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 12:50 unix

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 9 14:46 viral

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 14:16 windows_9x

#

226 Transfer complete.

ftp>

  1. FTP melalui DOS

pada dasarnya FTP melalui DOS adalah sama dengan FTP melalui telnet, hanya saja transfer data yang terjadi adalah dari Komputer local ( berbasis windows ) ke komputer Server.

Langkahlangkah nya adalah :

Ø buka MS-DOS prompt anda.

Ø Pindah ke direktori di mana tempat anda menyimpan file ( yang akan di download atau di upload).

Ø Memulai langkah ftp seperti pada FTP telnet.

Di bawah ini contoh melakukan ftp melalui DOS.

  1. FTP melalui FTP Client Under Windows menggunakan WS-FTP

Aplikasi FTP untuk windows sering dipakai software bernama WS-FTP, yang pengunaannya lebih mudah dan lebih interaktif bagi pemakainya.
Menjalankan WS-FTP ( yang asumsinya sudah terinstall di windows anda) cukup di mulai dengan meng-klik dua kali icon nya pada desktop windows 9.x anda. Proses pertama di mulai dengan prosedur logon ( memasukkan nama dan password Anda).Setelah berhasil melakukan prosedur logon, kita dapat melihat list direktori dan file yang terdapat di lokal maupun dari remote server. Pindah direktori dapat sangat mudah pada penggunaan WS-FTP, baik pindah direktori di lokal, maupun di remote karena semua fasilitas sudah tinggal meng-klik tombol ( button) saja. Begitu juga dalam hal transfer data, sangat mudah sekali, tinggal dipilih data mana yang akan kita download/upload, selebih nya tinggal memilih alur tanda panah nya saja.
berikut ini step by step penggunaan FTP Client menggunakan WS-FTP:

a.

Klik 2x Icon WS-FTP pada desktop Anda.

klik icon yang ada pada desktop,

Tips!!

Atau cari di menu :

Startàprogramsàwsftp32

b.

Host ftp server

Isikan Password

username

ada session login isikan user, password dan host tujuan

Jika menginginkan koneksi anonymous, cukup check saja bagian anonymous nya, dan isikan kolom password dengan alamat email anda.Klik Tombol OK jika sudah selesai.

Tunggu beberapa saat, bila Anda berhasil login ke ftp-server, maka akan keluar tampilan seperti gambar di bawah ini :

Daftar Direktori pada Server FTP

( Direktori remote).

Daftar Direktori pada komputer kita (lokal)

Daftar File pada Komputer kita (lokal)

Daftar File pada Server FTp (file remote).

c.

Proses transfer dapat di lihat dengan munculnya windows transfer status, yang di nyatakan dalam persen. Dan transfer selesai bila ada keterangan tranfer complete pada bagian bawah windows nya.

untuk memulai melakukan transfer data, pilih data yang akan di download/ upload, dengan cara mengklik nama file/ direktori yang akan kita download/upload, setelah itu klik tombol bergambar panah ( panah ke kiri untuk download, panah ke kanan untuk upload).

d. untuk keluar dari WS-FTP,

Clik tombol Close pada bagian kiri bawah WS-FTP. Maka anda akan terputus koneksi dari servernya.

Agustus 7, 2008 at 6:21 am Tinggalkan komentar

Kelebihan dan Kekurangan DHCP pada Windows

I. PENDAHULUAN.

Jika anda memasang (pasti) protokol tcp/ip pada jaringan anda. Anda mungkin juga perlu menggunakan DHCP (Dynamic Host Connection Protocol) untuk mengatur alamat IP pada komputer klien jaringan anda tersebut. Dengan menggunakan DHCP server setidaknya persoalan konfigurasi menjadi lebih ringan. Bagi para pemilik warnet pun akan mendapatkan kemudahan jika ingin melakukan ekspansi usaha dengan menambah jumlah komputer yang ada. Karena tidak akan bersusah payah mengeset alamat IP pada komputer yang baru terpasang pada jaringan yang sudah ada.

Apa sih DHCP server itu ? DHCP kepanjangan dari Dynamic Host Connection Protocol. Merupakan ekstensi dari protokol BOOTP yang membuat komputer klien bisa terkoneksi dalam jaringan dan secara otomatis mendapatkan alamat IP (jadi kita tidak perlu setting alamat IP secara manual). DHCP juga memiliki kemampuan untuk memberikan setiap klien dalam suatu jaringan alamat IP, subnet mask, default gateway, alamat IP untuk server WINS dan alamat IP untuk server DNS.
* Catatan : Meskipun kita menggunakan DHCP yang mampu memberikan alamat IP secara otomatis. Komputer yang menjalankan DHCP, WINS dan DNS server itu sendiri harus menggunakan alamat IP yang statis. Juga pada primary domain controller-nya.

Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh DHCP server khususnya pada pemberian alamat IP dinamis. Kita bisa leluasa memindahkan komputer dalam suatu jaringan ke jaringan lainnya yang juga menggunakan DHCP server tanpa harus mengeset ulang alamat IP. Bagi warnet yang akan berekspansi juga leluasa menambah komputer.

Bagaimana DHCP bekerja ? DHCP adalah prokol yang berbasis broadcast yang tidak melewati sebuah router jika tidak diperintahkan demikian. Jika dibutuhkan untuk bekerja dengan kemampuan demikian, router harus dikonfigurasikan untuk melewati trafik DHCP yang terjadi pada port UDP 67 dan 68. Secara garis besar DHCP terbagi empat fase, yakni :

a. IP LEASE REQUEST. Jika suatu komputer dalam jaringan hidup, ia akan mengecek apakah sudah “dipinjamkan” alamat IP atau belum. Jika belum ia akan menghubungi DHCP server untuk meminta alamat IP karena komputer klien tidak mengetahui alamat DHCP server. Komputer klien akan menggunakan IP 0.0.0.0 dan 255.255.255.255 sebagai alamat tujuannya dan membuat klien mengirimkan pesan DHCPDISCOVER yang berisikan alamat Media Access Controller dan nama NetBIOS.

b. IP LEASE OFFER. Ketika DHCP server menerima permintaan alamat IP dari klien, ia akan melakukan penawaran IP dengan menyimpang alamat IP untuk klien dan mengirimkan pesan DHCPOFFER. Pesan ini berisikan alamat MAC tadi diikuti dengan alamat IP yang ditawarkan oleh server, sebuah subnet mask, durasi pemakaian dan alamat IP dari DHCP server yang memberikan penawaran.

c. IP LEASE SELECTION.

Jika komputer klien menerima tawaran IP tersebut, ia harus memberitahukan DHCP server (jika dipasang) yang lainnya bahwa ia sudah menerima tawaran tersebut. Dengan mengeluarkan pesan DHCPREQUEST yang berisikan alamat IP server yang memberikan penawaran IP tersebut.

d. IP LEASE ACKNOWLEDGEMENT.

Ketika DHCP server menerima pesan DHCPREQUEST, ia akan menjalankan fase terakhir dari proses konfigurasi dengan mengirimkan paket DHCPACK ke klien. Paket ini berisi durasi pemakaian dan konfigurasi lain yang diminta oleh komputer klien. Pada tahap ini, proses TCP/IP telah selesai.

II. MEMASANG DHCP SERVER.
Perhatian : Server harus tetap menggunakan alamat IP statis meskipun menjalankan DHCP server.

Jika sudah mengerti bagaimana DHCP server bekerja kita akan lanjut pada cara pemasangan DHCP server pada Windows NT Server sebagai berikut :

  1. Bukalah Control Panel –> Network –> Services.
  2. Klik tombol Add untuk memilih Network Service.
  3. Pilih Microsoft DHCP Server dari daftar yang ada.
  4. Klik OK dan tunggu sampai WinNT menginstall file yang dibutuhkan.
  5. Setelah WinNT selesai menginstall akan muncul peringatan yang memberitahukan jika ada adapter jaringan lain yang menggunakan IP dinamis harus segera diganti dengan IP statis.
  6. Klik OK dan Close untuk menutup Network Properties. WinNT akan meng-update binding yang ada dan me-restart komputer anda.

III. MENGATUR LAYANAN DHCP.

Sebelum kita mengkonfigurasikan layanan DHCP. Ia akan menanyakan anda untuk menyediakan sebuah cakupan yang berisikan alamat IP yang diperbolehkan untuk diberikan ke komputer klien. Pastikan tidak ada overlapping jika ada dua DHCP server bekerja. Kedua, karena DHCP, WINS dan DNS server harus menggunakan alamat IP statis, berarti kita harus memberikan cakupan IP tersebut diluar alamat IP server. Contoh : jika kita mempunyai alamat IP 192.168.0.1 – 192.168.0.50. Kita bisa membuat cakupan DHCP hanya pada alamat IP 192.168.0.11 – 192.168.0.50 saja, dan memberikan 10 sisanya untuk server yang membutuhkan alamat IP statis. Akhirnya kita harus memperhitungkan berapa banyak subnet yang ada pada jaringan kita. Sebuah DHCP server dapat melayani beberapa subnet hanya jika router anda dikonfigurasikan sebagai relay dari DHCP tersebut. Disini juga perlu diperhatikan bahwa DHCP hanya dapat memberikan satu cakupan untuk setiap subnet.

Jika sudah siap, mari kita lanjutkan mengkonfigurasikan DHCP melalui DHCP Manager pada Administrative Tools seperti berikut

  1. Pilih entri Local Machine pada kolom DHCP server.
  2. Pilih Create dari Scope menu. Isi dengan cakupan alamat IP yang anda inginkan kemudian masukan pula subnet mask dari alamat-alamat tersebut. CATATAN : Jika dibutuhkan anda juga bisa memberikan cakupan pengecualian. Cakupan ini berisikan alamat IP yang tidak akan diberikan ke klien DHCP. DHCP server akan menyimpan alamat ini untuk server yang membutuhkan alamat statis.
  3. Isikan durasi peminjaman menjadi unlimited atau sesuai dengan keinginan anda.
  4. Kita dapat memberikan nama pada cakupan tersebut dan menambahkan komentar sebagai indentifikasi lebih lanjut.
  5. Klik OK untuk membuat cakupan tersebut. Kemudian aktifkan melalui Scope Menu. ( Jika sudah, kita bisa mengekspan entri Local Machine untuk melihat cakupan dibawahnya. Ikon lampu yang menyala berarti cakupan tersebut telah aktif.

Juli 24, 2008 at 6:27 am Tinggalkan komentar

kelebihan dan kekurangan DHCP pada linux

A. Installasi
Untuk dapat menggunakan DHCP-Server ini anda harus melakukan installasi terlebih
dahulu, anda bisa mencari paket DHCP-Server ini di web resmi DHCP yang beralamatkan di
http://www.isc.org atau bisa juga pada alamat lain yang menyediakan paket ini. misalnya saja pada
alamat http://archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/d/dhcp3/
Bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan apt-get dan terhubung ke internet maka anda
cukup menggunakan perintah :
al3x@TheMentor:~$ sudo apt-get install dhcp3-server
maka komputer sendiri yang akan mencari dimana paketnya berada [yang dideklarasikan pada
source.list anda] kemudian mendownload paket beserta depencies yang menyertainya kemudian
menginstallnya pada komputer anda [silahkan baca referensi lain mengenai apt-get] agar lebih
jelasnya silahkan lihat contoh installasi paket ini lewat apt-get dibawah ini :

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan
secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus
atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap
dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin
terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

al3x@students:~/Admin $ sudo apt-get install dhcp3-server
Reading Package Lists… Done
Building Dependency Tree… Done
The following extra packages will be installed:
dhcp3-client dhcp3-common
Suggested packages:
resolvconf
The following NEW packages will be installed:
dhcp3-server
The following packages will be upgraded:
dhcp3-client dhcp3-common
2 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 608 not upgraded.
Need to get 510kB/1100kB of archives.
After unpacking 1098kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y
Get:1 http://archive.ubuntu.com hoary/main dhcp3-server 3.0.1-1ubuntu4 [510kB]
Fetched 510kB in 1m19s (6396B/s)
Preconfiguring packages …
Unpacking replacement dhcp3-common …
Unpacking dhcp3-server (from …/dhcp3-server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb) …
Setting up dhcp3-common (3.0.1-1ubuntu4) …
Setting up dhcp3-client (3.0.1-1ubuntu4) …
Setting up dhcp3-server (3.0.1-1ubuntu4) …
Generating /etc/default/dhcp3-server…
Starting DHCP server: dhcpd3 failed to start – check syslog for diagnostics.
invoke-rc.d: initscript dhcp3-server, action “start” failed.
al3x@students:~/Admin $
Bagi anda yang belum terbiasa menggunakan apt-get ataupun tidak mempunyai koneksi
internet maka pada kesempatan ini penulis akan memberikan contoh dengan menginstall DHCP
Server menggunakan paket DHCP Server untuk Distro Debian yang bernama dhcp3-
server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb secara manual. Silahkan ambil dahulu paket tersebut
misalnya saja dari alamat http://archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/d/dhcp3/ adapun distro yang
penuls pakai adalah KUBUNTU Linux [bagi anda yang memakai distro lain silahkan
menyesuaikan]. Adapun Langkah installasinya adalah sebagai berikut :
1. Pastikan sudah paket dhcp3-server yang akan kita install pada “path” kerja kita, anda dapat
memastikannya dengan perintah dibawah ini.
al3x@TheMentor:~$ ls | grep dhcp3-server
dhcp3-server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb
2. Jika file tersebut sudah ada maka selanjutnya bisa kita install dengan perintah dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo dpkg -i dhcp3-server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb
Memilih paket yang dipilih sebelumnya dhcp3-server.

(Sedang membaca basis data …60376 files and directories currently
installed.)
Sedang membuka paket dhcp3-server (dari …/dhcp3-server_3.0.1-
1ubuntu4_i386.deb) …
Menyetel dhcp3-server (3.0.1-1ubuntu4) …
Generating /etc/default/dhcp3-server…
Starting DHCP server: dhcpd3 failed to start – check syslog for diagnostics.
invoke-rc.d: initscript dhcp3-server, action “start” failed.
al3x@TheMentor:~$
3. Pada saat installasi diatas maka anda akan dihadapkan pada sebuah menu seperti gambar
dibawah ini :
4. Anda diminta untuk memasukan Network Card yang mana yang akan digunakan untuk melayani
layanan DHCP, masukan saja alamat network tersebut [misalnya saja eth0] jika anda ingin lebih
dari 1 Network Card pisahkan dengan spasi, atau anda dapat mengkosongkan masukan ini jika
ingin mengkonfigurasikannya secara manual. kemudian tekan ENTER, maka kemudian
tampilannya akan menjadi seperti gambar dibawah ini :
5. Tampilan diatas memberitahukan bahwa kita harus mengkonfigurasikan DHCP-Server ini secara
manual setelah installasi, adapun file konfigurasnya ada di /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Tekan saja
Enter maka tampilannya akan menjadi seperti gambar dibawah ini :
6. Tampilan diatas memberitahukan kita bahwa DHCP Server versi 3 ini akan menjadi server “nonauthoritative”
dan kita perlu mengkonfigurasikan ulang bila ingin merubahnya. Tekan saja Enter
dan installasi sudah selesai.

C. Konfigurasi
Setelah installasi diatas selesai maka sebelum kita dapat menggunakan DHCP Server ini
kita harus mengkonfigurasikannya terlebih dahulu, adapun file konfigurasi utamanya terletak pada
file di /etc/dhpc3/dhcpd.conf yang isi awalnya kurang lebih adalah sebagai berikut :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/dhcp3/dhcpd.conf
#
# Sample configuration file for ISC dhcpd for Debian
#
# $Id: dhcpd.conf,v 1.1.1.1 2002/05/21 00:07:44 peloy Exp $
#
# The ddns-updates-style parameter controls whether or not the server will
# attempt to do a DNS update when a lease is confirmed. We default to the
# behavior of the version 2 packages (‘none’, since DHCP v2 didn’t
# have support for DDNS.)
ddns-update-style none;
# option definitions common to all supported networks…
option domain-name “example.org”;
option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
#authoritative;
# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also
# have to hack syslog.conf to complete the redirection).
log-facility local7;
# No service will be given on this subnet, but declaring it helps the
# DHCP server to understand the network topology.

#subnet 10.152.187.0 netmask 255.255.255.0 {
#}
# This is a very basic subnet declaration.
#subnet 10.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.254.239.10 10.254.239.20;
# option routers rtr-239-0-1.example.org, rtr-239-0-2.example.org;
#}
# This declaration allows BOOTP clients to get dynamic addresses,
# which we don’t really recommend.
#subnet 10.254.239.32 netmask 255.255.255.224 {
# range dynamic-bootp 10.254.239.40 10.254.239.60;
# option broadcast-address 10.254.239.31;
# option routers rtr-239-32-1.example.org;
#}
# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name “internal.example.org”;
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}
# Hosts which require special configuration options can be listed in
# host statements. If no address is specified, the address will be
# allocated dynamically (if possible), but the host-specific information
# will still come from the host declaration.

#host passacaglia {
# hardware ethernet 0:0:c0:5d:bd:95;
# filename “vmunix.passacaglia”;
# server-name “toccata.fugue.com”;
#}
# Fixed IP addresses can also be specified for hosts. These addresses
# should not also be listed as being available for dynamic assignment.
# Hosts for which fixed IP addresses have been specified can boot using
# BOOTP or DHCP. Hosts for which no fixed address is specified can only
# be booted with DHCP, unless there is an address range on the subnet
# to which a BOOTP client is connected which has the dynamic-bootp flag
# set.
#host fantasia {
# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
# fixed-address fantasia.fugue.com;
#}
# You can declare a class of clients and then do address allocation
# based on that. The example below shows a case where all clients
# in a certain class get addresses on the 10.17.224/24 subnet, and all
# other clients get addresses on the 10.0.29/24 subnet.
#class “foo” {
# match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 4) = “SUNW”;
#}
#shared-network 224-29 {
# subnet 10.17.224.0 netmask 255.255.255.0 {
# option routers rtr-224.example.org;
# }
# subnet 10.0.29.0 netmask 255.255.255.0 {
# option routers rtr-29.example.org;
# }
# pool {

# allow members of “foo”;
# range 10.17.224.10 10.17.224.250;
# }
# pool {
# deny members of “foo”;
# range 10.0.29.10 10.0.29.230;
# }
#}
al3x@TheMentor:~$
Tanda “#” menandakan bahwa pada baris tersebut merupakan sebuah komentar yang akan
dihiraukan. Untuk mempermudah konfigurasi kita ambil sebuah kasus berikut ini :
Anda diminta untuk mengkonfigurasikan sebuah DHCP Server yang akan melayani 100 komputer,
alamat dari komputer tersebut dimulai dari 192.168.19.100 sampai dengan 192.168.19.200, semua
komputer tersebut akan memakai gateway dengan alamat 192.168.19.1 dengan nameserver pertama
adalah 192.168.19.2 dan 192.168.19.3 sebagai nameserver kedua. Semua komputer tersebut akan
mempunyai domain name “TheMentor.org”. Bagaimana anda mengkonfigurasikannya??
Untuk memecahkan masalah diatas maka konfigurasi dari file /etch/dhcp3/dhcpd.conf kurang lebih
seperti dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/dhcp3/dhcpd.conf
ddns-update-style none;
option domain-name “TheMentor.org”;
option domain-name-servers 192.168.19.2, 192.168.19.3;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
authoritative;
log-facility local7;
subnet 192.168.19.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.19.100 192.168.19.200;
option routers 192.168.19.1;
}
al3x@TheMentor:~$
Agar konfigurasinya terkesan lebih bersih dan mudah maka tanda komentar dari konfigurasi diatas
sengaja penulis hilangkan.
Setelah konfigurasinya kita ubah, maka kita harus merestart ulang service dari DHCP kita agar
membaca konfigurasi yang baru yang telah kita buat sebelumnya. Untuk melakukan tersebut dapat
menggunakan perintah seperti dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart
Stopping DHCP server: dhcpd3.
Starting DHCP server: dhcpd3.

al3x@TheMentor:~$
Sekarang kita coba untuk meminta request kepada DHCP Server dengan menggunakan program
dhclient seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo dhclient
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.1
Copyright 2004 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/products/DHCP
Listening on LPF/lo/
Sending on LPF/lo/
Listening on LPF/eth0/00:50:fc:fe:b1:e9
Sending on LPF/eth0/00:50:fc:fe:b1:e9
Sending on Socket/fallback
DHCPREQUEST on eth0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 192.168.19.200
bound to 192.168.19.200 — renewal in 269 seconds.
al3x@TheMentor:~$
Dari hasil perintah diatas kita mendapatkan IP Address dengan alamat 192.168.19.200 yang dilayani
oleh DHCP Server dengan alamat 192.168.19.200 [dari baris yang dicetak tebal]. Sekarang kita lihat
apakah konfigurasi nameserver pada sisi client sudah benar, dengan menggunakan perintah dibawah
ini :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/resolv.conf
search TheMentor.org
nameserver 192.168.19.2
nameserver 192.168.19.3
al3x@TheMentor:~$
Dari hasil diatas ternyata untuk domain dan nameservernya sudah benar, sekarang kita lihat cek
gateway dari client dengan perintah dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ route
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
localnet * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
default 192.168.19.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
al3x@TheMentor:~$
Dari hasil diatas ternyata gateway yang dipakai sudah benar seperti apa yang kita konfigurasikan
pada DHCP Server kita.
Bagaimana kalau komputer dengan hostname TheMentor dengan MAC Address Ethernet Card
00:50:FC:FE:B1:E9 harus mempunyai IP dengan alamat 192.168.19.120 ??
Untuk mengatasi permasalahan diatas kita perlu menambahkan data sebagai berikut :
host TheMentor {

hardware ethernet 00:50:FC:FE:B1:E9;
fixed-address 192.168.19.120;
}
Maka ketika ada komputer Client dengan hostname TheMentor meminta layanan DHCP maka akan
dicek dahulu apakah MAC Address Ethernet Card nya sesuai atau tidak, jika sesuai maka komputer
tersebut akan diberikan alamat 192.168.19.120 tapi tidak sesuai maka alamat yang diberikan akan
acak.
D. Kesimpulan
DHCP akan sangat membantu sekali karena semua konfigurasi jaringan bisa dilakukan
dari sebuah komputer yang berlaku sebagai DHCP Server, sehingga client yang terhubung pada
jaringan tidak perlu untuk mengkonfigurasikannya secara manual. Banyak sekali opsi ataupun
konfigurasi dari DHCP Server ini dan konfigurasi yang penulis contohkan dalam tulisan ini
merupakan konfigurasi yang sangat dasar sekali karena hanya merupakan sebuah pengenalan saja.
Untuk konfigurasi yang lebih jauh anda bisa baca manual dari konfigurasi ini dengan perintah
sebagai berikut :
al3x@TheMentor:~$ man dhcpd.conf
atau silahkan baca referensi lain yang membahas tentang DHCP Server ini secara lebih lengkap.

Juli 24, 2008 at 6:23 am Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Januari 21, 2008 at 6:40 am 1 komentar


Kategori

  • Blogroll

  • Feeds