kelebihan dan kekurangan DHCP pada linux

Juli 24, 2008 at 6:23 am Tinggalkan komentar

A. Installasi
Untuk dapat menggunakan DHCP-Server ini anda harus melakukan installasi terlebih
dahulu, anda bisa mencari paket DHCP-Server ini di web resmi DHCP yang beralamatkan di
http://www.isc.org atau bisa juga pada alamat lain yang menyediakan paket ini. misalnya saja pada
alamat http://archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/d/dhcp3/
Bagi anda yang sudah terbiasa menggunakan apt-get dan terhubung ke internet maka anda
cukup menggunakan perintah :
al3x@TheMentor:~$ sudo apt-get install dhcp3-server
maka komputer sendiri yang akan mencari dimana paketnya berada [yang dideklarasikan pada
source.list anda] kemudian mendownload paket beserta depencies yang menyertainya kemudian
menginstallnya pada komputer anda [silahkan baca referensi lain mengenai apt-get] agar lebih
jelasnya silahkan lihat contoh installasi paket ini lewat apt-get dibawah ini :

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan
secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus
atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap
dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin
terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

al3x@students:~/Admin $ sudo apt-get install dhcp3-server
Reading Package Lists… Done
Building Dependency Tree… Done
The following extra packages will be installed:
dhcp3-client dhcp3-common
Suggested packages:
resolvconf
The following NEW packages will be installed:
dhcp3-server
The following packages will be upgraded:
dhcp3-client dhcp3-common
2 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 608 not upgraded.
Need to get 510kB/1100kB of archives.
After unpacking 1098kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y
Get:1 http://archive.ubuntu.com hoary/main dhcp3-server 3.0.1-1ubuntu4 [510kB]
Fetched 510kB in 1m19s (6396B/s)
Preconfiguring packages …
Unpacking replacement dhcp3-common …
Unpacking dhcp3-server (from …/dhcp3-server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb) …
Setting up dhcp3-common (3.0.1-1ubuntu4) …
Setting up dhcp3-client (3.0.1-1ubuntu4) …
Setting up dhcp3-server (3.0.1-1ubuntu4) …
Generating /etc/default/dhcp3-server…
Starting DHCP server: dhcpd3 failed to start – check syslog for diagnostics.
invoke-rc.d: initscript dhcp3-server, action “start” failed.
al3x@students:~/Admin $
Bagi anda yang belum terbiasa menggunakan apt-get ataupun tidak mempunyai koneksi
internet maka pada kesempatan ini penulis akan memberikan contoh dengan menginstall DHCP
Server menggunakan paket DHCP Server untuk Distro Debian yang bernama dhcp3-
server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb secara manual. Silahkan ambil dahulu paket tersebut
misalnya saja dari alamat http://archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/d/dhcp3/ adapun distro yang
penuls pakai adalah KUBUNTU Linux [bagi anda yang memakai distro lain silahkan
menyesuaikan]. Adapun Langkah installasinya adalah sebagai berikut :
1. Pastikan sudah paket dhcp3-server yang akan kita install pada “path” kerja kita, anda dapat
memastikannya dengan perintah dibawah ini.
al3x@TheMentor:~$ ls | grep dhcp3-server
dhcp3-server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb
2. Jika file tersebut sudah ada maka selanjutnya bisa kita install dengan perintah dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo dpkg -i dhcp3-server_3.0.1-1ubuntu4_i386.deb
Memilih paket yang dipilih sebelumnya dhcp3-server.

(Sedang membaca basis data …60376 files and directories currently
installed.)
Sedang membuka paket dhcp3-server (dari …/dhcp3-server_3.0.1-
1ubuntu4_i386.deb) …
Menyetel dhcp3-server (3.0.1-1ubuntu4) …
Generating /etc/default/dhcp3-server…
Starting DHCP server: dhcpd3 failed to start – check syslog for diagnostics.
invoke-rc.d: initscript dhcp3-server, action “start” failed.
al3x@TheMentor:~$
3. Pada saat installasi diatas maka anda akan dihadapkan pada sebuah menu seperti gambar
dibawah ini :
4. Anda diminta untuk memasukan Network Card yang mana yang akan digunakan untuk melayani
layanan DHCP, masukan saja alamat network tersebut [misalnya saja eth0] jika anda ingin lebih
dari 1 Network Card pisahkan dengan spasi, atau anda dapat mengkosongkan masukan ini jika
ingin mengkonfigurasikannya secara manual. kemudian tekan ENTER, maka kemudian
tampilannya akan menjadi seperti gambar dibawah ini :
5. Tampilan diatas memberitahukan bahwa kita harus mengkonfigurasikan DHCP-Server ini secara
manual setelah installasi, adapun file konfigurasnya ada di /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Tekan saja
Enter maka tampilannya akan menjadi seperti gambar dibawah ini :
6. Tampilan diatas memberitahukan kita bahwa DHCP Server versi 3 ini akan menjadi server “nonauthoritative”
dan kita perlu mengkonfigurasikan ulang bila ingin merubahnya. Tekan saja Enter
dan installasi sudah selesai.

C. Konfigurasi
Setelah installasi diatas selesai maka sebelum kita dapat menggunakan DHCP Server ini
kita harus mengkonfigurasikannya terlebih dahulu, adapun file konfigurasi utamanya terletak pada
file di /etc/dhpc3/dhcpd.conf yang isi awalnya kurang lebih adalah sebagai berikut :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/dhcp3/dhcpd.conf
#
# Sample configuration file for ISC dhcpd for Debian
#
# $Id: dhcpd.conf,v 1.1.1.1 2002/05/21 00:07:44 peloy Exp $
#
# The ddns-updates-style parameter controls whether or not the server will
# attempt to do a DNS update when a lease is confirmed. We default to the
# behavior of the version 2 packages (‘none’, since DHCP v2 didn’t
# have support for DDNS.)
ddns-update-style none;
# option definitions common to all supported networks…
option domain-name “example.org”;
option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
#authoritative;
# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also
# have to hack syslog.conf to complete the redirection).
log-facility local7;
# No service will be given on this subnet, but declaring it helps the
# DHCP server to understand the network topology.

#subnet 10.152.187.0 netmask 255.255.255.0 {
#}
# This is a very basic subnet declaration.
#subnet 10.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.254.239.10 10.254.239.20;
# option routers rtr-239-0-1.example.org, rtr-239-0-2.example.org;
#}
# This declaration allows BOOTP clients to get dynamic addresses,
# which we don’t really recommend.
#subnet 10.254.239.32 netmask 255.255.255.224 {
# range dynamic-bootp 10.254.239.40 10.254.239.60;
# option broadcast-address 10.254.239.31;
# option routers rtr-239-32-1.example.org;
#}
# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name “internal.example.org”;
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}
# Hosts which require special configuration options can be listed in
# host statements. If no address is specified, the address will be
# allocated dynamically (if possible), but the host-specific information
# will still come from the host declaration.

#host passacaglia {
# hardware ethernet 0:0:c0:5d:bd:95;
# filename “vmunix.passacaglia”;
# server-name “toccata.fugue.com”;
#}
# Fixed IP addresses can also be specified for hosts. These addresses
# should not also be listed as being available for dynamic assignment.
# Hosts for which fixed IP addresses have been specified can boot using
# BOOTP or DHCP. Hosts for which no fixed address is specified can only
# be booted with DHCP, unless there is an address range on the subnet
# to which a BOOTP client is connected which has the dynamic-bootp flag
# set.
#host fantasia {
# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
# fixed-address fantasia.fugue.com;
#}
# You can declare a class of clients and then do address allocation
# based on that. The example below shows a case where all clients
# in a certain class get addresses on the 10.17.224/24 subnet, and all
# other clients get addresses on the 10.0.29/24 subnet.
#class “foo” {
# match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 4) = “SUNW”;
#}
#shared-network 224-29 {
# subnet 10.17.224.0 netmask 255.255.255.0 {
# option routers rtr-224.example.org;
# }
# subnet 10.0.29.0 netmask 255.255.255.0 {
# option routers rtr-29.example.org;
# }
# pool {

# allow members of “foo”;
# range 10.17.224.10 10.17.224.250;
# }
# pool {
# deny members of “foo”;
# range 10.0.29.10 10.0.29.230;
# }
#}
al3x@TheMentor:~$
Tanda “#” menandakan bahwa pada baris tersebut merupakan sebuah komentar yang akan
dihiraukan. Untuk mempermudah konfigurasi kita ambil sebuah kasus berikut ini :
Anda diminta untuk mengkonfigurasikan sebuah DHCP Server yang akan melayani 100 komputer,
alamat dari komputer tersebut dimulai dari 192.168.19.100 sampai dengan 192.168.19.200, semua
komputer tersebut akan memakai gateway dengan alamat 192.168.19.1 dengan nameserver pertama
adalah 192.168.19.2 dan 192.168.19.3 sebagai nameserver kedua. Semua komputer tersebut akan
mempunyai domain name “TheMentor.org”. Bagaimana anda mengkonfigurasikannya??
Untuk memecahkan masalah diatas maka konfigurasi dari file /etch/dhcp3/dhcpd.conf kurang lebih
seperti dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/dhcp3/dhcpd.conf
ddns-update-style none;
option domain-name “TheMentor.org”;
option domain-name-servers 192.168.19.2, 192.168.19.3;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
authoritative;
log-facility local7;
subnet 192.168.19.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.19.100 192.168.19.200;
option routers 192.168.19.1;
}
al3x@TheMentor:~$
Agar konfigurasinya terkesan lebih bersih dan mudah maka tanda komentar dari konfigurasi diatas
sengaja penulis hilangkan.
Setelah konfigurasinya kita ubah, maka kita harus merestart ulang service dari DHCP kita agar
membaca konfigurasi yang baru yang telah kita buat sebelumnya. Untuk melakukan tersebut dapat
menggunakan perintah seperti dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart
Stopping DHCP server: dhcpd3.
Starting DHCP server: dhcpd3.

al3x@TheMentor:~$
Sekarang kita coba untuk meminta request kepada DHCP Server dengan menggunakan program
dhclient seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo dhclient
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.1
Copyright 2004 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/products/DHCP
Listening on LPF/lo/
Sending on LPF/lo/
Listening on LPF/eth0/00:50:fc:fe:b1:e9
Sending on LPF/eth0/00:50:fc:fe:b1:e9
Sending on Socket/fallback
DHCPREQUEST on eth0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 192.168.19.200
bound to 192.168.19.200 — renewal in 269 seconds.
al3x@TheMentor:~$
Dari hasil perintah diatas kita mendapatkan IP Address dengan alamat 192.168.19.200 yang dilayani
oleh DHCP Server dengan alamat 192.168.19.200 [dari baris yang dicetak tebal]. Sekarang kita lihat
apakah konfigurasi nameserver pada sisi client sudah benar, dengan menggunakan perintah dibawah
ini :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/resolv.conf
search TheMentor.org
nameserver 192.168.19.2
nameserver 192.168.19.3
al3x@TheMentor:~$
Dari hasil diatas ternyata untuk domain dan nameservernya sudah benar, sekarang kita lihat cek
gateway dari client dengan perintah dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ route
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
localnet * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
default 192.168.19.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
al3x@TheMentor:~$
Dari hasil diatas ternyata gateway yang dipakai sudah benar seperti apa yang kita konfigurasikan
pada DHCP Server kita.
Bagaimana kalau komputer dengan hostname TheMentor dengan MAC Address Ethernet Card
00:50:FC:FE:B1:E9 harus mempunyai IP dengan alamat 192.168.19.120 ??
Untuk mengatasi permasalahan diatas kita perlu menambahkan data sebagai berikut :
host TheMentor {

hardware ethernet 00:50:FC:FE:B1:E9;
fixed-address 192.168.19.120;
}
Maka ketika ada komputer Client dengan hostname TheMentor meminta layanan DHCP maka akan
dicek dahulu apakah MAC Address Ethernet Card nya sesuai atau tidak, jika sesuai maka komputer
tersebut akan diberikan alamat 192.168.19.120 tapi tidak sesuai maka alamat yang diberikan akan
acak.
D. Kesimpulan
DHCP akan sangat membantu sekali karena semua konfigurasi jaringan bisa dilakukan
dari sebuah komputer yang berlaku sebagai DHCP Server, sehingga client yang terhubung pada
jaringan tidak perlu untuk mengkonfigurasikannya secara manual. Banyak sekali opsi ataupun
konfigurasi dari DHCP Server ini dan konfigurasi yang penulis contohkan dalam tulisan ini
merupakan konfigurasi yang sangat dasar sekali karena hanya merupakan sebuah pengenalan saja.
Untuk konfigurasi yang lebih jauh anda bisa baca manual dari konfigurasi ini dengan perintah
sebagai berikut :
al3x@TheMentor:~$ man dhcpd.conf
atau silahkan baca referensi lain yang membahas tentang DHCP Server ini secara lebih lengkap.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Hello world! Kelebihan dan Kekurangan DHCP pada Windows

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juli 2008
S S R K J S M
« Jan   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: