Kelebihan dan Kekurangan DHCP pada Windows

Juli 24, 2008 at 6:27 am Tinggalkan komentar

I. PENDAHULUAN.

Jika anda memasang (pasti) protokol tcp/ip pada jaringan anda. Anda mungkin juga perlu menggunakan DHCP (Dynamic Host Connection Protocol) untuk mengatur alamat IP pada komputer klien jaringan anda tersebut. Dengan menggunakan DHCP server setidaknya persoalan konfigurasi menjadi lebih ringan. Bagi para pemilik warnet pun akan mendapatkan kemudahan jika ingin melakukan ekspansi usaha dengan menambah jumlah komputer yang ada. Karena tidak akan bersusah payah mengeset alamat IP pada komputer yang baru terpasang pada jaringan yang sudah ada.

Apa sih DHCP server itu ? DHCP kepanjangan dari Dynamic Host Connection Protocol. Merupakan ekstensi dari protokol BOOTP yang membuat komputer klien bisa terkoneksi dalam jaringan dan secara otomatis mendapatkan alamat IP (jadi kita tidak perlu setting alamat IP secara manual). DHCP juga memiliki kemampuan untuk memberikan setiap klien dalam suatu jaringan alamat IP, subnet mask, default gateway, alamat IP untuk server WINS dan alamat IP untuk server DNS.
* Catatan : Meskipun kita menggunakan DHCP yang mampu memberikan alamat IP secara otomatis. Komputer yang menjalankan DHCP, WINS dan DNS server itu sendiri harus menggunakan alamat IP yang statis. Juga pada primary domain controller-nya.

Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh DHCP server khususnya pada pemberian alamat IP dinamis. Kita bisa leluasa memindahkan komputer dalam suatu jaringan ke jaringan lainnya yang juga menggunakan DHCP server tanpa harus mengeset ulang alamat IP. Bagi warnet yang akan berekspansi juga leluasa menambah komputer.

Bagaimana DHCP bekerja ? DHCP adalah prokol yang berbasis broadcast yang tidak melewati sebuah router jika tidak diperintahkan demikian. Jika dibutuhkan untuk bekerja dengan kemampuan demikian, router harus dikonfigurasikan untuk melewati trafik DHCP yang terjadi pada port UDP 67 dan 68. Secara garis besar DHCP terbagi empat fase, yakni :

a. IP LEASE REQUEST. Jika suatu komputer dalam jaringan hidup, ia akan mengecek apakah sudah “dipinjamkan” alamat IP atau belum. Jika belum ia akan menghubungi DHCP server untuk meminta alamat IP karena komputer klien tidak mengetahui alamat DHCP server. Komputer klien akan menggunakan IP 0.0.0.0 dan 255.255.255.255 sebagai alamat tujuannya dan membuat klien mengirimkan pesan DHCPDISCOVER yang berisikan alamat Media Access Controller dan nama NetBIOS.

b. IP LEASE OFFER. Ketika DHCP server menerima permintaan alamat IP dari klien, ia akan melakukan penawaran IP dengan menyimpang alamat IP untuk klien dan mengirimkan pesan DHCPOFFER. Pesan ini berisikan alamat MAC tadi diikuti dengan alamat IP yang ditawarkan oleh server, sebuah subnet mask, durasi pemakaian dan alamat IP dari DHCP server yang memberikan penawaran.

c. IP LEASE SELECTION.

Jika komputer klien menerima tawaran IP tersebut, ia harus memberitahukan DHCP server (jika dipasang) yang lainnya bahwa ia sudah menerima tawaran tersebut. Dengan mengeluarkan pesan DHCPREQUEST yang berisikan alamat IP server yang memberikan penawaran IP tersebut.

d. IP LEASE ACKNOWLEDGEMENT.

Ketika DHCP server menerima pesan DHCPREQUEST, ia akan menjalankan fase terakhir dari proses konfigurasi dengan mengirimkan paket DHCPACK ke klien. Paket ini berisi durasi pemakaian dan konfigurasi lain yang diminta oleh komputer klien. Pada tahap ini, proses TCP/IP telah selesai.

II. MEMASANG DHCP SERVER.
Perhatian : Server harus tetap menggunakan alamat IP statis meskipun menjalankan DHCP server.

Jika sudah mengerti bagaimana DHCP server bekerja kita akan lanjut pada cara pemasangan DHCP server pada Windows NT Server sebagai berikut :

  1. Bukalah Control Panel –> Network –> Services.
  2. Klik tombol Add untuk memilih Network Service.
  3. Pilih Microsoft DHCP Server dari daftar yang ada.
  4. Klik OK dan tunggu sampai WinNT menginstall file yang dibutuhkan.
  5. Setelah WinNT selesai menginstall akan muncul peringatan yang memberitahukan jika ada adapter jaringan lain yang menggunakan IP dinamis harus segera diganti dengan IP statis.
  6. Klik OK dan Close untuk menutup Network Properties. WinNT akan meng-update binding yang ada dan me-restart komputer anda.

III. MENGATUR LAYANAN DHCP.

Sebelum kita mengkonfigurasikan layanan DHCP. Ia akan menanyakan anda untuk menyediakan sebuah cakupan yang berisikan alamat IP yang diperbolehkan untuk diberikan ke komputer klien. Pastikan tidak ada overlapping jika ada dua DHCP server bekerja. Kedua, karena DHCP, WINS dan DNS server harus menggunakan alamat IP statis, berarti kita harus memberikan cakupan IP tersebut diluar alamat IP server. Contoh : jika kita mempunyai alamat IP 192.168.0.1 – 192.168.0.50. Kita bisa membuat cakupan DHCP hanya pada alamat IP 192.168.0.11 – 192.168.0.50 saja, dan memberikan 10 sisanya untuk server yang membutuhkan alamat IP statis. Akhirnya kita harus memperhitungkan berapa banyak subnet yang ada pada jaringan kita. Sebuah DHCP server dapat melayani beberapa subnet hanya jika router anda dikonfigurasikan sebagai relay dari DHCP tersebut. Disini juga perlu diperhatikan bahwa DHCP hanya dapat memberikan satu cakupan untuk setiap subnet.

Jika sudah siap, mari kita lanjutkan mengkonfigurasikan DHCP melalui DHCP Manager pada Administrative Tools seperti berikut

  1. Pilih entri Local Machine pada kolom DHCP server.
  2. Pilih Create dari Scope menu. Isi dengan cakupan alamat IP yang anda inginkan kemudian masukan pula subnet mask dari alamat-alamat tersebut. CATATAN : Jika dibutuhkan anda juga bisa memberikan cakupan pengecualian. Cakupan ini berisikan alamat IP yang tidak akan diberikan ke klien DHCP. DHCP server akan menyimpan alamat ini untuk server yang membutuhkan alamat statis.
  3. Isikan durasi peminjaman menjadi unlimited atau sesuai dengan keinginan anda.
  4. Kita dapat memberikan nama pada cakupan tersebut dan menambahkan komentar sebagai indentifikasi lebih lanjut.
  5. Klik OK untuk membuat cakupan tersebut. Kemudian aktifkan melalui Scope Menu. ( Jika sudah, kita bisa mengekspan entri Local Machine untuk melihat cakupan dibawahnya. Ikon lampu yang menyala berarti cakupan tersebut telah aktif.
About these ads

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

kelebihan dan kekurangan DHCP pada linux Pengertian FTP Server

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juli 2008
S S R K J S M
« Jan   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: